Aduh.............kepala gue sakit.
Aduh.............dosen gak dateng-dateng.
Aduh.............tugas numpuk banget
Aduh.............males nyuci
Aduh.............duit gue tinggal dikit.
Aduh.............besok ujian.
Aduh.............panas banget ya hari ini.
Aduh.............hujan gak berhenti-berhenti.
Banyak banget aduh dalam keseharian kita. Apakah hakikat penciptaan manusia itu untuk mengeluh? Gue gak tau juga soal itu. Rasanya bukan manusia kalo gak ngeluh. Setidaknya bagi manusia yang biasa-biasa aja, bukan Nabi.
Secara harfiah mengeluh bisa diartikan sebagai berikut:
menyatakan susah (krn penderitaan, kesakitan, kekecewaan, dsb):
Jadi ngeluh merupakan aktivitas ekspresi pernyataan susah akan sesuatu. Berarti indikasi kesusahan manusia itu salah satunya bisa dilihat dari berapa banyak keluhan mereka. Tapi ada juga yang ngalamin kesusahan, malah luar biasa, tapi mereka diem-diem aja. Merekalah golongan apatis yang gak peduli sama keadaan. Atau bisa aja mereka menganut idealisme aliran air, ngalir aja, let it flow kata orang-orang.
Suatu hari ada anak muda yang lagi naik sepeda fixie. Dia ngelakuin beberapa trick, beratraksi. Seorang bapak tua sedang nyapu jalan di sekitarnya. Si bapak tua ngeluh karena sampah gak habis-habis. Dia mulai jenuh dengan aktivitas kesehariannya. "Hari ini disapu, besok juga kotor lagi. Saya cuma membuat bersih jalanan ini untuk waktu satu hari, besoknya kotor lagi." Si anak muda itu jatuh setelah gagal ngelakuin salah satu trick, "Aduh......sakiiiiiit...!!!"
"Saya lapar", kata si bapak tua.
Sementara itu, ada seorang laki-laki berusia sekitar 30 tahun mendaratkan telapak tangan di dahinya. "Kapan saya bisa kerja? kapan saya tidak jadi pengangguran lagi?" Katanya sambil mengunyah potongan roti.
Masing-masing mengeluh dengan keluhannya. Cuma ada aduh...aduh....dan aduh........
Sampe kapan?
"Laper, Pak?" Nih ada roti.
"Kenapa de? Luka, ya, sini saya obatin, saya punay skill P3K."
EVERYONE IS PROBLEM SOLVER
D'BOTSUN
Senin, 05 Desember 2011
NGUPIL dan BAB
Katanya, kalo mau hidup teratur, patuhlah sama aturan. Ada banyak aturan-aturan di dunia ini. Ada beberapa aturan yang tidak resmi bahkan tidak dikategorikan sebagai aturan di negara kita. Misalnya bohong, curang, dan selingkuh. Tiga poin ini saya dapatkan dari TV. Ada iklan layanan masyarakat yang mensosialisasikan ketiga poin ini sebagai hal yang negatif dan harus dihapuskan bahkan dibuang jauh-jauh.
Betul juga ya. Bohong, curang, dan selingkuh adalah fenomena yang meroket. Hal sepele tapi berakibat buruk pada semua aspek kehidupan, tapi kenapa tidak dilegalkan sebagai aturan resmi ya? Mungkin bohong, curang, dan selingkuh kalo dijadikan aturan malah akan melanggar aturan besar yang mendasar, yaitu HAK ASASI MANUSIA. Ih....serem
Tapi whatever lah, saya tidak mau membahas itu, bagaimana kalo kita membahas cara mudah membuang penyimpangan aturan dari kehidupan kita, ya...setidaknya meminimalisir penyimpangan.
Saya menemukan formula yang belum bisa saya aplikasikan. Membuang sisi negatif seperti ngupil dan buang air besar. Ngupil dan buang air besar itu pada hakikatnya membuang kotoran, tapi kok rasanya enak ya......?
SEKIAN
Betul juga ya. Bohong, curang, dan selingkuh adalah fenomena yang meroket. Hal sepele tapi berakibat buruk pada semua aspek kehidupan, tapi kenapa tidak dilegalkan sebagai aturan resmi ya? Mungkin bohong, curang, dan selingkuh kalo dijadikan aturan malah akan melanggar aturan besar yang mendasar, yaitu HAK ASASI MANUSIA. Ih....serem
Tapi whatever lah, saya tidak mau membahas itu, bagaimana kalo kita membahas cara mudah membuang penyimpangan aturan dari kehidupan kita, ya...setidaknya meminimalisir penyimpangan.
Saya menemukan formula yang belum bisa saya aplikasikan. Membuang sisi negatif seperti ngupil dan buang air besar. Ngupil dan buang air besar itu pada hakikatnya membuang kotoran, tapi kok rasanya enak ya......?
SEKIAN
Langganan:
Postingan (Atom)